SEGITIGA DAN SEGIEMPAT
A.
SEGITIGA
1.
Mengenal
Segitiga

2.
Jenis-jenis
Segitiga
a. Jenis-Jenis
Segitiga Ditinjau Dari Panjang Sisi-Sisinya
-
Segitiga dengan ketiga sisinya sama
panjang dan semua sudut-sudutnya sama besar, yaitu : 600 disebut segitiga samasisi
![]() |
-
Segitiga
dengan dua sisinya sama panjang dan terbentuk dari dua segitiga siku-siku yang
kongruen disebut segitiga samakaki

-
Segitiga
dengan ketiga sisinya tidak sama panjang dan semua sudutnya tidak sama besar
disebut segitiga sebarang.

b. Jenis-Jenis
Segitiga Dilihat Dari Besar Sudut-sudutnya
-
Segitiga
dengan ketiga sudutnya lancip dimana besar sudutnya lebih dari 00
dan kurang dari 900 disebut segitiga
lancip

-
Segitiga
dengan salah satu sudutnya 900 disebut segitiga siku-siku.

-
Segitiga dengan salah satu sudutnys
tumpul dimana salah satu sudutnya lebih dari 900 tetapi kurang dari
1800 disebut segitiga tumpul.
![]() |
c. Jenis-jenis
segitiga ditinjau dari panjang sisi-sisinya dan besar sudut-sudutnya
-
Segitiga dengan besar salah satu
sudutnya 900 dan kedua sisinya sama panjang disebut segitiga siku-siku samakaki
-
Segitiga dengan sudut lancip dan kedua
sisinya sama panjang disebut segitiga
lancip samakaki
-
Segitiga dengan salah satu sudutnya
tumpul dan kedua sisinya sama panjang disebut segitiga tumpul samakaki.
3.
Jumlah
Sudut-Sudut Segitiga
![]() |
Jadi jumlah sudut dalam segitiga adalah 1800
(sama dengan sudut lurus)
4.
Melukis Garis Istimewa pada
Segitiga

a. Melukis
garis tinggi pada segitiga
Garis
tinggi adalah garis yang ditarik
Dari suatu titik sudut segitiga dan
tegak lurus sisi didepannya.
b. Melukis
garis bagi pada segitiga
Garis
bagi
adalah garis garis yang ditarik
dari suatu titik sudut segitiga yang
membagi
dua sama besar sudut tersebut.
c. Melukis
garis berat pada segitiga
Garis
berat adalah garis yang ditarik
Dari titik sudut suatu segitiga yang
membagi dua
Sama panjang sisi didepannya.
d. Melukis
garis sumbu pada segitiga
Garis sumbu adalah garis yang ditarik
tegak lurus
pada suatu sisi yang membagi dua sama
panjang
sisi tersebut.
5.
Sifat-sifat
Segitiga
a. Ketidaksamaan
pada Segitiga
Pada suatu segitiga, sudut terbesar
berhadapan dengan sisi terpanjang dan sisi terpendek berhadapan dengan sudut
terkecil.
Sifat-sifat
segitiga samakaki
-
Memiliki satu sumbu simetri dan dapat
menempati bingkainya dengan tepat menurut dua cara
-
Memiliki dua sisi yang sama panjang dan
sudut yang sama besar.
Sifat-sifat
segitiga samasisi
-
Memiliki tiga sumbu simetri, memiliki
simetri putar tingkat tiga dan dapat menempati bingkainya dengan tepat menurut
enam cara.
-
Memiliki tiga sisi yang sama panjang dan
tiga sudut yang sama besar.
b. Hubungan
sudut dalam dan sudut luar segitiga
Besar sudut luar suatu segitiga sama
dengan jumlah kedua sudut dalam yang tidak bersisian dengan sudut luar itu.
6.
Keliling
dan Luas Segitiga
a.
Keliling
Segitiga
Untuk menentukan keliling suatu
segitiga, kita harus mengetahui panjang ketiga sisi segitiga karena keliling
segitiga merupakan jumlah dari panjang ketiga sisi yang membentuk segitiga
tersebut.

Jika keliling segitiga adalah K dan
panjang sisi-sisi segitiga adalah x, y,
z, maka keliling segitiga dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:
|
b.
Luas
Segitiga
|
Luas daerah segitiga dapat diperoleh dari luas
persegipanjang, karena luas persegipanjang sama dengan dua kali luas segitiga
siku-siku.Misalkan L adalah luas segitiga, maka L dapat dirumuskan sebagai
berikut :
B.
PERSEGI
PANJANG
1. Sifat-sifat
Persegi Panjang
a. Sisi-sisi
yang berhadapan sama penjang
b. Keempat
sudutnya siku-siku
c. Diagonal-diagonalnya
sama panjang dan saling membagi dua sama panjang.
Berdasarkan sifat-sifat persegi panjang, maka
persegi panjang adalah bangun datar segiempat yang keempat sudutnya siku-siku
dan sisi-sisi yang berhadapan sama panjang.
C.
PERSEGI
Sifat-sifat
persegi antara lain :
1. Sisi-sisi
yang berhadapan sejajar
2. Keempat
sudutnya siku-siku
3. Diagonal-diagonalnya
sama panjang dan saling membagi dua sama panjang
4. Panjang
keempat sisinya sama
5. Setiap
sudutnya dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya
6. Diagonal-diagonalnya
saling perpotongan dan tegak lurus
D.
KELILING
DAN LUAS PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI
Keliling
Persegipanjang adalah satuan yang menyatakan jumlah
panjang semua sisi persegipanjang.
Misalkan
suatu persegipanjang dengan ukuran panjang p
satuan panjang dan lebar l satuan
panjang. Jika K satuan panjang menyatakan kelilingnya, maka rumus keliling
persegipanjang adalah K = p + p + l + l
=2 p + 2 l
=
2 ( p + l ).
Keliling
Persegi adalah satuan yang menyatakan jumlah panjang semua
sisi persegi.
Misalkan
suatu persegi dengan panjang sisi adalah s
satuan panjang. Jika K satuan panjang menyatakan keliling persegi, maka rumus
keliling persegi adalah K = s + s + s + s
= 4 x s
Luas persegi panjang
= Panjang x Lebar
= p
x l
Luas Persegi
= sisi x sisi
= s x
s = s2
E.
JAJARGENJANG
Jajargenjang
adalah sebuah segiempat dengan sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan
sejajar.
Jajargenjang
dibentuk oleh segitiga dan bayangannya yang kongruen akibat perputaran sejauh
1800 dengan pusat titik tengah salah satu sisinya.
Luas jajargenjang = a x t
F.
BELAH
KETUPAT
Belah ketupat
adalah segiempat yang kedua diagonalnya saling berpotongan tegak lurus dan
saling membagi dua sama panjang.

= 

= 

= 

Karena BO + DO = BD
AC = diagonal 1
BD = diagonal 2
Jadi :
|
Luas Belah
Ketupat = 

G.
LAYANG-LAYANG
Layang-layang
dapat dibentuk dari sebuah segitiga siku-siku dengan hasil bayangannya yang
kedua sisi miringnya diimpitkan.
Sifat-sifat
layang-layang adalah :
1. Sepasang
sisi-sisi yang berdekatan sama panjang
2. Sepasang
sudut yang berhadapan sama besar
3. Salah
satu diagonalnya adalah sumbu simetri
4. Kedua
diagonalnya saling berpotongan tegak lurus dan membagi dua sama panjang
diagonal lainnya







=
2 x (AB + AD)
Luas layang-layang
Luas
layang-layang sama dengan setengah hasil kali diagonal-diagonalnya.
misal
L adalah luas layang-layang dengan diagonal d1
dan d2,
maka
L = 

H.
TRAPESIUM
Trapesium
adalah segiempat yang mempunyai sepasang sisi yang tepat berhadapan dan
sejajar.
Sifat-sifat
trapesium adalah sebagai berikut
1. Pada
trapesium samakaki, sudut-sudut alasnya
sama besar
2. Pada
trapesium samakaki, diagonal-diagonalnya sama panjang
3. Jumlah
dua sudut yang berdekatan antara dua sisi sejajar pada trapesium adalah 1800
4. Trapesium
samakaki mempunyai satu sumbu simetri
5.
Trapesium siku-siku mempunyai dua sudut
siku-siku
Luas
trapesium
Misalkan
suatu trapesium mempunyai tinggi t dan
panjang sisi-sisi yang sejajar a dan b. luas trapesium (L) tersebut adalah
L
= 

SOAL
1.
Perhatikan gambar berikut!

Luas daerah yang diarsir pada gambar di atas
adalah ....
A.
152 m2
B.
160 m2
C.
172 m2
D.
180 m2
2.
Perhatikan gambar berikut!

Keliling daerah yang diarsir pada gambar
di atas adalah ....
A.
287 cm
B.
175 cm
C.
84 cm
D.
54 cm
3.
Perhatikan gambar berikut!

Besar ÐCOE
pada gambar di atas adalah ....
A.
1050
B.
900
C.
850
D.
750
4.
Keliling segitiga siku-siku adalah 56 cm. Jika panjang
sisinya berturut-turut x cm, (3x + 3) cm, dan (4x – 3) cm, maka luas segitiga
tersebut adalah ....
A.
28 cm2
B.
56 cm2
C.
84 cm2
D.
87,5 cm2
5.
Perhatikan gambar berikut!

Keliling bangun di atas adalah ....
A.
44 m
B.
42 m
C.
36 m
D.
34 m
6.
Perhatikan gambar berikut!

Besar Ð
BOC adalah ....
A.
300
B.
350
C.
400
D.
450
7.
Panjang sisi sejajar pada trapesium sama kaki adalah 15 cm dan 25 cm. Jika panjang kaki trapesium 13 cm, maka
luas trapesium adalah ....
A.
120 cm2
B.
240 cm2
C.
360 cm2
D.
480 cm2
8.
Perhatikan gambar!

Keliling bangun pada gambar di atas
adalah ....
- 34 cm
- 50 cm
- 52 cm
- 60 cm
9.
Diketahui persegi
ABCD jika keliling persegi ABCD adalah 48 cm, maka tentukan:
a.
Panjang sisi
b.
Luas persegi ABCD
10.
Perhatikan gambar!

Besar Ð
COE pada gambar di atas adalah ....
A.
750
B.
720
C.
650
D.
620
TEOREMA
PYTHAGORAS
Teorema Pythagoras adalah suatu
keterkaitan dalam geometri
Euklides antara tiga sisi sebuah segitiga
siku-siku. Teorema ini dinamakan menurut nama filsuf
dan matematikawan
Yunani abad
ke-6 SM, Pythagoras.
Pythagoras sering dianggap sebagai penemu teorema
ini meskipun sebenarnya fakta-fakta teorema ini sudah diketahui oleh
matematikawan India
(dalam Sulbasutra Baudhayana
dan Katyayana), Yunani,
Tionghoa
dan Babilonia
jauh sebelum Pythagoras lahir.
Teorema
Pythagoras menyatakan bahwa:
Jumlah luas bujur sangkar pada kaki sebuah segitiga siku-siku sama dengan luas bujur sangkar di
hipotenus.
Sebuah segitiga siku-siku adalah segitiga yang mempunyai sebuah sudut siku-siku; kaki-nya adalah dua sisi
yang membentuk sudut siku-siku tersebut, dan hipotenus adalah sisi
ketiga yang berhadapan dengan sudut siku-siku tersebut. Pada gambar di bawah
ini, a dan b adalah kaki segitiga siku-siku dan c adalah
hipotenus:
Pythagoras
menyatakan teorema ini dalam gaya goemetris,
sebagai pernyataan tentang luas bujur sangkar:
Jumlah
luas bujur sangkar biru dan merah sama dengan luas bujur sangkar ungu.
Akan
halnya, Sulbasutra India juga menyatakan bahwa:
Tali yang
direntangkan sepanjang panjang diagonal sebuah persegi panjang akan
menghasilkan luas yang dihasilkan sisi vertikal dan horisontalnya.
Menggunakan
aljabar, kita dapat mengformulasikan ulang teorema tersebut ke dalam
pernyataan modern dengan mengambil catatan bahwa luas sebuah bujur sangkar
adalah pangkat dua dari panjang sisinya:
Jika
sebuah segitiga siku-siku mempunyai kaki dengan panjang a dan b
dan hipotenus dengan panjang c, maka a2 + b2
= c2.
Siapakah Pythagoras
itu? Pythagoras adalah seorang ahli matematika dan filsafat berkebangsaan
Yunani yang hidup pada tahun 569–475 sebelum Masehi. Sebagai ahli metematika,
ia mengungkapkan bahwa kuadrat panjang sisi miring suatu segitiga siku-siku
adalah sama dengan jumlah kuadrat panjang sisi-sisi yang lain.
Teorema Pythagorasambar tersebut menunjukkan
sebuah segitiga siku-siku ABC dengan panjang sisi miring b, panjang sisi alas
c, dan tinggi a. Berdasarkan, teorema Pythagoras, dalam segitiga siku-siku tersebut
berlaku:
Sekarang, bagaimana menentukan panjang sisi-sisi yang
lain? seperti panjang sisi alas c atau tinggi a? Dengan menggunakan rumus umum
teorema Pythagoras, diperoleh perhitungan sebagai berikut.
SOAL
1. Perhatikan bilangan-bilangan berikut :
(1)
13, 12, 5
(2)
6, 8, 11
(3)
7, 24, 25
(4)
20, 12, 15
Bilangan-bilangan di atas, yang
merupakan tripel Pythagoras adalah ....
A.
(1) dan (2)
B.
(1) dan (3)
C.
(2) dan (3)
D.
(2) dan (4)
2.
Perhatikan gambar dan pernyataan berikut.
![]() |
(2)
a2 = b2 – c2
(3)
b2 = a2 + c2
(4)
c2 = a2 + b2
(5)
a2 = c2 – b2
Pernyataan yang benar adalah ....
A.
(1) dan (2)
B.
(1) dan (3)
C.
(2) dan (3)
D.
(2) dan (4)
3.
Perhatikan ukuran-ukuran segitiga berikut ini
(1)
4 cm, 5 cm, 6 cm
(2)
17 cm, 15 cm, 8 cm
(3)
8 cm, 10 cm, 12 cm
(4)
25 cm, 7 cm, 24 cm
Yang merupakan segitiga siku-siku adalah
....
A.
(1) dan (2)
B.
(1) dan (3)
C.
(2) dan (3)
D.
(2) dan (4)
4.
Hitunglah luas segitiga
ABC dibawah.Jika diketahui : panjang AB = 15 cm dan AC = 10 cm

10cm
A B
15 cm
5.
Pada gambar disamping
segitiga ABC siku-siku di titik A.Panjang AB = 4cm,AC = 3cm.Hitunglah panjang
BC?

3
A B
4
6.
Pada gambar disamping,hitunglah nilai P?

15 p
7.
Pada gambar disamping,panjang tangga 6,4 m dan jarak kaki
tangga ke pangkal pohon 3,2 m.Tentukan tinggi pohon tersebut!

6,4 t
3,2
8.
Tunjukkan bahwa segitiga yang berukuran 4 cm,3 cm,dan 5 cm
adalah segitiga siku-siku.
9.
Suatu segitiga berukuran 7 cm, 9cm, dan
10cm.Apakah segitiga itu siku-siku.
![]() |
b=7 a=10
10. Pada segitiga DEF, FG tegak lurus DE panjang DG = 10 cm, GE =
24cm,dan FG = 15cm.Hitunglah
a.Panjang DEF
b.Tentukan jenis segitiga DEF


G
KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN
A. Kesebangunan Dua Bangun Datar
Masih
ingatkah kalian dengan bangun datar? Coba sebutkan bentuk bangun datar di
sekitar kalian. Kita dapat menemukan bentuk-bentuk bangun datar dalam sebuah
bangunan rumah. Misalnya jendela dan pintu berbentuk persegi panjang, lubang
ventilasi berbentuk segitiga, dan ubin lantai berbentuk persegi. Disebut apakah
bangun datar dengan bentuk dan ukuran yang sama? Bagaimana dengan
syaratsyaratnya? Untuk lebih mengetahuinya, kita akan mempelajarinya pada bab
Kesebangunan Bangun Datar ini.
Perhatikan gambar pencerminan bangun datar berikut.
Belah
ketupat ABCD dicerminkan terhadap garis lurus l sehingga terbentuk bayangan
belah ketupat A'B'C'D. AB = A'B', BC = B'C', CD = C'D, DA = DA' dengan D tetap.
Mengapa titik D tetap? Belah ketupat ABCD dan A'B'C'D memiliki bentuk dan
ukuran yang sama. Oleh sebab itu kedua bangun tersebut disebut kongruen atau
sama dan sebangun. Ditulis ABCD = A'B'C'D.
2. Dua Bangun Datar yang Sebangun
Pernahkah
kalian melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop? Pada pembesaran
tertentu, kita dapat mengamati benda-benda yang sangat kecil ukurannya.
Pengamatan tersebut dapat kita ilustrasikan sebagai berikut.
Dari gambar
di atas, kita dapat melihat benda dengan bentuk sama tetapi ukuran yang
berbeda. Perbedaan ukuran terjadi melalui pembesaran atau pengecilan objek
dengan menggunakan perbandingan skala tertentu. Ketiga gambar tersebut
dikatakan sebangun sebab perbandingan tiap sisinya sama.
Perhatikan gambar bangun datar
berikut.
Δ ABC dan Δ
DEF mempunyai bentuk yang sama, ukuran yang berbeda, tetapi sudut-sudut yang
bersesuaian (seletak) sama besar dan sisi-sisi yang bersesuaian (seletak)
sebanding. Dalam hal ini ditulis Δ ABC ~ Δ DEF. Dari gambar tersebut tampak
bahwa dua bangun datar yang sebangun selalu memenuhi syarat:
3. Menghitung Panjang Sisi dan Besar Sudut Dua Bangun Datar
a. Panjang Sisi dan Besar Sudut Dua
Bangun Datar Kongruen
Mari kita ingat kembali syarat dua bangun datar yang kongruen. Dua bangun datar dikatakan kongruen jika dan hanya jika memenuhi:
Mari kita ingat kembali syarat dua bangun datar yang kongruen. Dua bangun datar dikatakan kongruen jika dan hanya jika memenuhi:
Jika
kita mempunyai dua bangun datar yang kongruen seperti di bawah ini,
Maka unsur-unsur yang belum diketahui besar dan panjangnya
dapat dicari dengan memperhatikan syarat kekongruenan dua bangun datar.
1. Sudut-sudut
yang bersesuaian sama besar.
Diketahui besar ∠ B = α, ∠ D = β, ∠ E = γ , ∠ G = θ. Karena ABCD = EFGH maka
besar ∠ A, ∠ C, ∠
F, dan ∠ H dapat dicari sebagai berikut.
2. Sisi-sisi
yang bersesuaian sama panjang.
Diketahui panjang AD = z, CD = x, EF
= y, FG = t. Karena ABCD = EFGH maka panjang AB, BC, GH, dan EH dapat dicari
sebagai berikut.
B. Segitiga-segitiga Kongruen
Tentunya kalian masih ingat tentang
syarat dua bangun datar yang kongruen. Coba sebutkan. Lebih lanjut, kita akan
mengaplikasikannya pada salah satu bangun datar yaitu segitiga. Sekarang coba
katakan, apa yang disebut dengan segitiga itu? Bisakah kalian sebutkan
benda-benda di sekitar kita yang berbentuk segitiga? Segitiga terangkai dari
enam unsur yang terdiri dari tiga sisi dan tiga sudut.
Dari
kegiatan yang kalian lakukan sebelumnya, apakah kedua segitiga tersebut
kongruen? Mengapa demikian? Selanjutnya, dapat kita simpulkan bahwa dua
segitiga, dikatakan kongruen jika dan hanya jika keduanya mempunyai bentuk dan
ukuran yang sama. Jika demikian, unsur-unsur yang seletak saling menutup dengan
sempurna. Jadi syarat dua segitiga yang kongruen adalah:
SOAL
1.
Bangun-bangun dibawah ini yang pasti kongruen
adalah….
a. Dua
segitiga yang sama luasnya
b. Dua
segitiga siku-siku yang sama luasnya
c. Dua
segitiga sama kaki yang sama luasnya
d. Dua
segitiga siku-siku sama kaki yang sama luasnya
2.
Sebuah persegi panjang PQRS kedua
diagonalnya berpotongan dititik P segitiga yang kongruen dengan PST….
a. Segitiga
QRT c. Segitiga TRS
b. Segitiga
QTR d. Segitiga TQP
3.
Belah ketupat ABCD=belah ketupat
EFGH.tentukan sudut-sudut yang seletak dan sisi yang sama panjang!


B D E G
C H
4.
Dari pasangan bangun data berikut,
manakah yang sebangun dan manakah yang tidak sebangun?mengapa demikian?


A B
F G
5.
Dari pasangan bangun data berikut,
manakah yang sebangun dan manakah yang tidak sebangun?mengapa demikian?


A B E
D


15 cm
x
B 5 cm A
D 2,5 cm E
Jika DABC sebangun dengan DDEF,
tentukan nilai x!
7.





D E C








A F B
Perhatikan gambar diatas, jajaran
genjang ABCD : segitiga ABC ≡ segitiga
CDA. Jika
Hitunglah:
a.
b.
c.
Panjang BC
8.


Pada gambar
disamping,banyaknya segitiga yang kongruen ada berapa?



![]() |
9.
Segitiga ABC ≡ segitiga PQR,jika panjang
AC = 17cm,BC = 24cm, < C = < R dan < B = < Q.Maka panjang PR
adalah…..
10. Pada gambar di bawah ini segitiga PQS =
segitiga RSQ
![]() |


a.
Panjang PQ = ….
Panjang QS = ….
Panjang SP = ….
b.
< P =….
< Q =….
< P = ….
KUNCI JAWABAN
A. SEGITIGA DAN SEGIEMPAT
1.
* Kunci jawaban : A
* Pembahasan

2.
* Kunci jawaban : D
* Pembahasan

3.
* Kunci jawaban : B
* Pembahasan

Besar
Ð
COE = (5x + 15)0 = 900
4.
* Kunci
jawaban : C
* Pembahasan

Panjang
sisinya 7 cm, 24 cm dan 25 cm

5.
* Kunci
jawaban : B
* Pembahasan

6.
* Kunci
jawaban : B
* Pembahasan

7.
* Kunci
jawaban: B


8.
* Kunci jawaban : C
*
Pembahasan

Jadi keliling bangun = 52 cm
9.
K = 4 s L = s×s
48 = 4 s L = 12×12
S = 48 L = 144 cm²
4
S = 12 cm
10.
* Kunci jawaban : B
* Pembahasan

B.
TEOREMA
PYTHAGORAS
1. * Kunci jawaban : B
*
Pembahasan
132 = 122 + 52
169 = 144 + 25
169 = 169
Jadi 13, 12, 5 merupakan tripel Pythagoras
252 = 242 + 72
625 = 576 + 49
625 = 625
Jadi 7, 24, 25 merupakan tripel Pythagoras
2. * Kunci jawaban : A
* Pembahasan
Sisi miring pada segitiga panjangnya adalah b satuan sehingga b2
= a2 + c2 atau a2 = b2 – c2
3. * Kunci
jawaban : D
* Pembahasan
Segitiga siku-siku dapat dibentuk
apabila panjang sisi-sinya merupakan
tripel pythagoras

Jawaban yang benar (2) dan (4)
4.
Jawab : luas segitiga ABC = ½×AB×AC
= ½×15×10
= 75 cm²
5. Jawab : BC² = AB² + AC²
= 4² + 3²
= 16 + 9
= 25
BC = √25
= 5 cm
6. 15² = p² + 12² atau p² =
15²-12²
225 =
p² + 144 = 225 - 144
225-144
= p² =81
81 =
p² p
= 9
P = 9
7. Jawab : Sisi-sisi yang panjangnya
6,4 m , 3,2 m , dan h m membentuk segitiga siku-siku dan h sebagai salah satu
siku-siku maka berlaku :
h² =
(6,4)² - (3,2)²
= 40,96 – 10,24
= 30,72
h =
√30,72
= 5,54256….
= 5,54 m
8. Jawab: Misal sisi terpanjang adalah
a, maka :
a = 5,
b = 4, c = 3
a² =
5² = 25cm
b² +
c² = 4² + 3² = 16 + 9 = 25cm
Karena
a² = b² + c², maka segitiga itu siku-siku.
9. Jawab :
Misal
sisi terpanjang adalah a, maka:
a =
10, b = 7, c = 9
a² =
10² = 100cm
b² +
c² = 7² + 9² = 49 + 81 = 130cm
Karena
a² ≠ b² + c², maka segitiga itu bukan segitiga siku-siku.a² < b² + c², maka
segitiga tersebut segitiga lancip.
10. Jawab :
a.
DF² = DG² + FG²
=
10² + 15²
=
100 + 225
=
325
DF =
√325cm
EF² =
FG² + GE²
=
15² + 24²
=
225 + 576
=
801
EF = √801cm
b.
Pada segitiga DEF sisi terpanjang adalah DE. DE² = ( 10 + 24 )² = 1156 cm
DF² +
EF² = (√325)² + (√801)² = 325 + 801 = 1126cmKarena DE² > DF² + EF², maka
segitiga DEF adalah segitiga tumpul di F.
C.
KESEBANGUNAN
DAN KEKONGRUENAN
1.
Jawab : D
2.
Jawab : A
3.
Penyelesaian :
Diketahui ABCD ≡ EFGH
Sudut-sudut yang sama
besar :
< A =
Sisi-sisi yang sama
panjang :
AB = EF CD = GH
BC = FG DA = HE
4.
Penyelesaian :
Akan diselidiki apakah
trapezium ABCD dan EFGH sebangun? Mengapa demikian?
Ternyata sudut-sudut
yang bersesuaian sama besar.
AB = 3 CD = 3
EF 2 GH 2
BC = 6 =
3 AD
= 9 = 3
EH 4
2 FG 6
2
Ternyata sisi-sisi yang
bersesuaian sebanding.
Jadi pada gambar
tersebut merupakan pasangan bangun datar yang sebangun.
5.
Akan diselidiki apakah trapezium ABC dan DEF
sebangun? Mengapa demikian?
Ternyata sudut-sudut
yang bersesuaian tidak semuanya sama besar.
AB = 12 =
3 AC = 13
DE 4 DF 5
BC = 5
EF 3
Ternyata sisi-sisi yang
bersesuaian tidak sebanding.
Jadi pada gambar
tersebut merupakan pasangan bangun datar yang tidak sebangun.
6.
DF = DE
AC AB
X = 2,5
15 5
X = 15
x 2,5
5
X =
7,5 cm
7.
a. segitiga ABC = segitiga CBF (segitiga siku-siku sama kaki)
< ADE = (180-90) :
2
< ADE = 45° Karena CF =
BF = 4cm
Jadi < ADE = 45° Panjang BC² = FC² +
FB²
c.
AF = 3cm, AC =
5cm BC² =
4² + 4²
CF = BF
BC² = 16 + 16
CF² = AC² - AF² BC² =
32
CF² = 5² - 3²
BC = √32
= 25- 9
BC = √16 × 2
= 16
= 4√2
CF = √16
= 4cm
8.
Jawab : 3 pasang
9.
Jawab : Karena diketahui < C = < R dan < B = < Q maka AC = PR,
AB = PQ, BC = QR.Jadi panjang PR = panjang AC = 17cm.
10.
Jawab : a. panjang PQ = SR
Panjang QS = SQ
Panjang SP = RQ
b. < P = < R
< Q = < S
< S = < Q
No comments:
Post a Comment